SIANG

Siang

Siang ternyata hanya seorang pejalan jauh

Di atas kepalanya yang tak pernah teduh

udara kosong. Dan burung-burung hanya beterbangan

bagai kasih dan bisik-bisik kita

bagai lembut tangan dan cinta sia-sia kita

dan kata-kata mengalir bagai sungai ke lautan birunya

Mengapa maut juga yang tak terhindar

dan malam? Mustahil tidur

Gerimis hanya berangkat ke rumput-rumput

daun-daunan dan ginggang beracun…

1973

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: