GERIMIS

Gerimis

I

Seribu gerimis menuliskan kemarau di kaca jendela

Basah langit yang sampai melepaskan senja

Bersama gemuruh yang dilemparkan jarum jam, kata-kata

bermimpilah bunga-bunga menyusun kenangannya

dari percakapan terik dan hama

“Kau toreh bibirnya yang merkah,” kata hama

“Dan kuhisap isi jantungnya yang masih merah”

II

Kenapa ia tak terkulai

dan masih bertahan juga

Dan bersenyum pada surya

yang mengunyah-ngunyah air matanya

III

Untukku ingar itu pun senantiasa menyurat

Atau mimpi

Tapi angin masih saja menggigil

mendesakkan pagi

IV

Tuhan, kau hanya kabar dari keluh

V

Burung-burung pun

asing di sana

karena jarak dan bahasa

1971

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: