kepadapuisi.blogspot

Bulan Oktober, blog ini kedatangan Raja Ali Haji dengan Gurindam Dua Belas-nya. Wing Kardjo dengan Fragmen Malam. Noor Aini Cahya Khairani dengan Sungai Hitam Semesta Berkabut. D. Zawawi Imron dengan Bulan Tertusuk Lalang. Taufiq Ismail dengan Tirani dan Benteng. Dan kumpulan puisi saya, M. Nahdiansyah Abdi, Buku Harian Pejalan Tidur. Saya juga menulis laman Peringatan Buku ke-100 untuk menandai pencapaian lebih dari 100 buku di blog ini. Moga berkenan.

Senin, 28 Februari 2011

ASMARADANA

 
 

 
Data buku kumpulan puisi
 
Judul : Asmaradana
Penulis : Goenawan Mohamad
Cetakan : I, 1992
Penerbit : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo), Jakarta
Tebal : viii + 152 halaman ( 84 puisi)
ISBN : 979-553-118-2
Kata Penutup : A. Teeuw
 
 
Beberapa pilihan puisi Goenawan Mohamad
Perjalanan Malam
 
Wer reitet so spat durch Nacht und Wind?
Er ist der Vater mit seinem Kind
– GOETHE
 
Mereka berkuda sepanjang malam,
sepanjang pantai terguyur garam.
Si bapak memeluk dan si anak dingin,
menembus kelam dan gempar angin.
 
Adakah sekejap anak tertidur,
atau takutkan ombak melimbur?
“Bapak, aku tahu langkah si hantu,
ia memburuku di ujung itu.”
 
Si bapak diam meregang sanggurdi,
merasakan sesuatu akan terjadi.
“Kita teruskan saja sampai sampai,
sampai tak lagi terbujur pantai.”
 
“Tapi ‘ku tahu apa nasibku,
lepaskanlah aku dari pelukmu.”
“Tahanlah, buyung, dan tinggallah diam,
mungkin ada cahaya tenggelam.”
 
Namun si hantu tak lama nunggu:
dilepaskannya cinta (bagai belenggu).
Si anak pun terbang ke sebuah cuaca:
“Bapak, aku mungkin kangen di sana.”
 
1976
 

 
Asmaradana
 
Ia dengar kepak sayap kelelawar dan guyur sisa
hujan dari daun,
karena angin pada kemuning. Ia dengar resah kuda
serta langkah
pedati ketika langit bersih kembali menampakkan
bimasakti,
yang jauh. Tapi di antara mereka berdua, tidak ada
yang berkata-kata.
 
Lalu ia ucapkan perpisahan itu, kematian itu. Ia
melihat peta,
nasib, perjalanan dan sebuah peperangan yang tak
semuanya
disebutkan.
 
Lalu ia tahu perempuan itu tak akan menangis.
Sebab bila esok
pagi pada rumput halaman ada tapak yang menjauh
ke utara,
ia tak akan mencatat yang telah lewat dan yang
akan tiba,
karena ia tak berani lagi.
 
Anjasmara, adikku, tinggallah, seperti dulu.
Bulan pun lamban dalam angin, abai dalam waktu.
Lewat remang dan kunang-kunang, kaulupakan
wajahku,
kulupakan wajahmu.
 
1971
 
 
Di Beranda ini Angin tak Kedengaran Lagi
 
Di beranda ini angin tak kedengaran lagi
Langit terlepas. Ruang menunggu malam hari
Kau berkata: pergilah sebelum malam tiba
Kudengar angin mendesak ke arah kita
 
Di piano bernyanyi baris dari Rubayat
Di luar detik dan kereta telah berangkat
Sebelum bait pertama. Sebelum selesai kata
Sebelum hari tahu ke mana lagi akan tiba
 
Aku pun tahu: sepi kita semula
bersiap kecewa, bersedih tanpa kata-kata
Pohon-pohon pun berbagi dingin di luar jendela
mengekalkan yang esok mungkin tak ada
 
1966
 
 
Barangkali Telah Kuseka Namamu
 
Barangkali telah kuseka namamu
dengan sol sepatu
Seperti dalam perang yang lalu
kauseka namaku
 
Barangkali kau telah menyeka bukan namaku
Barangkali aku telah menyeka bukan namamu
Barangkali kita malah tak pernah di sini
Hanya hutan, jauh di selatan, hujan pagi
 
1973
 
 

Cerita untuk Mita

 
Di tromol itu kulihat permen dan bintang-bintang
dan gambar seorang perempuan pirang.
Ia memperkenalkan: “Aku dari sebuah masa kecil.
Kau kukenal dalam kenangan.”
 
Sebenarnya aku tak banyak punya kenangan
tapi malu untuk ditertawakan
“O, ya, siapa ya nyonya, kapan datang dari Belanda?
Ia tertawa: “Salah, aku merk manisan Amerika.”
 
1976
 

Z
 
Di bawah bulan Marly
dan pohon musim panas
Ada seribu kereta-api
menjemputmu pada batas
 
Mengapa mustahil mimpi
mengapa waktu memintas
Seketika berakhir berahi
begitu bergegas
 
Lalu jatuh daun murbei
dan air mata panas
Lalu jatuh daun murbei
dan engkau terlepas
 
1971
 
 
Dingin tak Tercatat
 
Dingin tak tercatat
pada termometer
 
Kota hanya basah
 
Angin sepanjang sungai
mengusir, tapi kita tetap saja
 
di sana. Seakan-akan
 
gerimis raib
dan cahaya berenang
 
mempermainkan warna.
 
Tuhan, kenapa kita bisa
bahagia?
 
1971
 
 
Kwatrin tentang sebuah poci
 
Pada keramik tanpa nama itu
kulihat kembali wajahmu
Mataku belum tolol, ternyata
untuk sesuatu yang tak ada
 
Apa yang berharga pada tanah liat ini
selain separuh ilusi?
Sesuatu yang kelak retak
dan kita membikinnya abadi
 
 
1973
 
 
Potret Taman untuk Allen Ginsberg
 
Ia menebak dari warna kulit saya
dan berkata, ‘Tuan pasti dari dunia ke-3.’
Lalu ia, dari dunia pertama, mengunyah makan pagi
seraya mengutip Mao Tse-tung
dan sebuah sajak gunung – ramah sekali.
 
Bisakah ia tidur
sebelum anggur
lalu mungkin mimpi
di lindungan malaikat masehi?
 
Ia telah jalan dalam angin
dan mengucup es-krim
dan membaca berita di halaman pertama
tentang sebuah perang
di Asia Tenggara
 
Ia kini duduk bersila
di bangku taman kotapraja
mungkin semadi
mungkin aku tidak mengerti
karena ia berkata:
‘Di Vietnam tak ada orang mati’
Tak ada Vietnam dan Orang tak mati.’
 
Lalu ia mencari kepak burung
ia mencari merpati
ia mencari lambang
ia mencari makna hari.
Ia mencari seakan ia tahu apa yang ia
ingin temukan dan tiba-tiba ia menuliskan:
 
‘Revolusi, Revolusi, Tak bisa Dipesan Hari Ini.’
Lalu ia bangkit ia mual ia mencium
bau biasa dari kakus umum;
ia basah oleh tangis dan ia meludah:
‘Kencingilah kaum borjuis!’
Adakah ia Nabi?
 
Tuhan. Di taman ini orang juga ngelindur
tentang perempuan-perempuan berpupur
dan sebuah mulut berahi kudengar memaki:
‘Bangsat, kenapa aku di sini!’
Atau mungkin ia ngelindur tentang sebuah dusun
yang hancur dan sisa infantri dan mayat
dan ulat dan ruh dan matahari?
 
Aku dengar seorang-orang tua, yang kesal dan
berkata: ‘Di sekitar hari Natal, pernah terjadi
hal yang tak masuk akal. Misalnya mereka
membom Hanoi sebelum (bukan sesudah) aku minum
kopi.’
 
1973
 
  
Sajak untuk Bungbung
 
Tiap tengah malam hujan mendarat
pada atap anak yang mimpi
Tentang seorang pilot, tanpa pesawat
di atas sawah dan pagi hari
 
Cemas itu, nak, memang telah jadi umum
dan akan sampai pula kemari
Nah rapikan rambutmu sebelum kucium
dengan tangkai daun yang lama mati
 
1976
 
 
Nota untuk Umur 49 Tahun
 
Pasir dalam gelas waktu
Menghambur
Ke dalam plasmaku
 
Lalu di sana tersusun gurun
Dan mungkin oase
Tempat terakhir burung-burung
 
1990
 
 
Tentang Goenawan Mohamad
GM lahir di Batang, Jawa Tengah, 29 Juli 1941. mengikuti pendidikan di Fakultas Psikologi UI (1960-1964), di College d’Europa, Brugge, Belgia (1965/1966), juga mendapatkan fellowship di Universitas Harvard, AS (1989-1990). Karyanya: Parikesit (kump. Puisi, 1971), Potret Seorang Penyair Muda sebagai si Malin Kundang (kumpulan esai, 1972), Interlude (kump. Puisi, 1973), Seks, Sastra, Kita (kumpulan esai, 1980), Catatan Pinggir. Menerima hadiah sastra ASEAN (1981). Saat ini menjadi pemimpin redaksi majalah Tempo.
 
 
Catatan Lain
Beli buku ini sewaktu di Yogyakarta, hari Minggu, 7 Februari 1999, sore-sore. Beli di toko buku Gramedia, dengan harga Rp. 6.500,-

Tidak ada komentar:

 

 

Poskan Komentar

 

 
 
Selamat datang! Daripada teronggok di rak buku, saya mencoba membuatkan “rumah maya” yang sederhana bagi kumpulan-kumpulan puisi itu. Selamat menghirup sajian puisi dan selamat menjadi!…. dan kepada Para Penyair, dengan ketulusan hati, dimohonkan keikhlasan dan kerelaannya, jika beberapa puisi dipampang di blog ini untuk dikaji dan direnungi… Terima Kasih😀

Buku puisi Oi (Orang Indonesia)

follower

 

Blog Archive

Penayangan terbanyak minggu ini

  •  
    –> Data buku kumpulan puisi Judul : Elegi Negeri Seribu Ombak Penulis : Eko Suryadi WS Cetakan : I, Maret …
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul  : O Amuk Kapak Penulis : Sutardji Calzoum Bachri Cetakan : I, 1981 Penerbit : Penerbit Sinar…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Deru Campur Debu Penulis : Chairil Anwar Cetakan : III, 1993 P…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Ballada Orang-orang Tercinta Penulis : Rendra Cetakan : VII, 1993 (Cet. I, 1957) Penerb…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Sembahyang Rumputan Penulis : Ahmadun Yosi Herfanda Cetakan : I, Mei 1996 Penerbit :…

Klik terbanyak sebulan terakhir

  •  
    –> Data buku kumpulan puisi Judul : Elegi Negeri Seribu Ombak Penulis : Eko Suryadi WS Cetakan : I, Maret …
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Deru Campur Debu Penulis : Chairil Anwar Cetakan : III, 1993 P…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul  : O Amuk Kapak Penulis : Sutardji Calzoum Bachri Cetakan : I, 1981 Penerbit : Penerbit Sinar…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Air Kata Kata Penulis : Sindhunata Cetakan : II, Maret 2004 (Cet. I, Desember 2003) Penerb…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul  : Perahu Berlayar Sampai Bintang Penulis : Cecep Syamsul Hari Cetakan : I, 2009 Penerbit : Ki…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul  : Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus Penulis : Chairil Anwar …
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Ballada Orang-orang Tercinta Penulis : Rendra Cetakan : VII, 1993 (Cet. I, 1957) Penerb…

Entri Populer setiap saat

  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Aku ini Binatang Jalang Penulis : Chairil Anwar Cetakan : VI, Oktober 1993 (ceta…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Pantun Anak Ayam Penulis : Ajip Rosidi Cetakan : III, 2008 (cetakan I, 2006…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul  : O Amuk Kapak Penulis : Sutardji Calzoum Bachri Cetakan : I, 1981 Penerbit : Penerbit Sinar…
  •  
    –> Data buku kumpulan puisi Judul : Elegi Negeri Seribu Ombak Penulis : Eko Suryadi WS Cetakan : I, Maret …
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Deru Campur Debu Penulis : Chairil Anwar Cetakan : III, 1993 P…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul  : Kerikil Tajam dan yang Terempas dan yang Putus Penulis : Chairil Anwar …
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Cahaya Maha Cahaya Penulis : Emha Ainun Nadjib Cetakan : 5, 1993 (Cet.1: Desember 1991) P…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Air Kata Kata Penulis : Sindhunata Cetakan : II, Maret 2004 (Cet. I, Desember 2003) Penerb…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Buah Rindu Penulis : Amir Hamzah Cetakan : XI, 2008 (III, 1959) Penerbit : Penerbit Dian…
  •  
    Data buku kumpulan puisi Judul : Asmaradana Penulis : Goenawan Mohamad Cetakan : I, 1992 Penerbit : PT. Gramedia Widiasara…

Recent Comments

   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: